Cara Menggunakan proxy_pass di NGINX

NGINX adalah aplikasi web server yang dapat digunakan sebagai sebuah reverse proxy. Request yang diterima oleh NGINX diteruskan ke origin server, lalu response di teruskan kembali ke client. NGINX menggunakan directive proxy_pass yang diletakkan di dalam suatu location yang sudah ditentukan. Artikel ini akan menunjukkan bagaimana caranya untuk menggunakan proxy_pass.

[Read More]

SQL Query Timeout Menggunakan Golang Context

Salah satu kegunaan Golang Context adalah untuk mengontrol timeout dan metode cancelation. Kita bisa menggunakannya untuk mengatur timeout pada eksekusi query SQL. Kita juga dapat menghentikan eksekusi yang sedang berjalan apabila kita tidak memerlukannya lagi. Artikel ini akan menunjukkan bagaimana cara melakukannya.

[Read More]
go  sql 

Membuat Alert Grafana Ke Channel Slack

Slack adalah aplikasi untuk mengirim pesan kepada team. Channel Slack merupakan salah satu pilihan channel notifikasi yang tersedia di Grafana. Kita dapat mengirimkan sebuah alert ke channel Slack ketika ada metrics yang memenuhi alert rule yang kita buat. Membuat alert ke channel Slack akan sangat berguna, karena kita dapat mengetahui sebuah incident sesegera mungkin.

[Read More]

Monitor Metric Server dengan Prometheus and Grafana

Monitoring metrics dari server merupakan hal yang penting untuk menjaga reliability dari service mu. Kamu juga dapat menghemat biaya dengan men-downgrade server mu apabila load average nya jauh dibawah kapasitas maksimum dari server. Ada beberapa cara dan tools untuk memonitor server. Salah satu yang paling populer adalah dengan menggunakan Prometheus untuk mengumpulkan dan menyimpan metrics. Dan Grafana untuk memvisualisasikannya ke dalam berbagai macam grafik. Artikel ini akan menunjukkan cara untuk memonitor metrics server menggunakan Prometheus dan Grafana. Khususnya pada server Linux.

[Read More]

Mengurangi Load ke Backend dengan Cache-Control

Saat ini pemisahan service back end dan front end banyak digunakan dalam sebuah website. Salah satu alasannya adalah agar dapat scale up back end atau font end secara terpisah. Secara umum, resource yang diperlukan back end lebih besar dari pada yang diperlukan front end, sehingga diperlukan suatu cara untuk mengurangi load ke back end. Salah satu caranya adalah dengan caching. Untungnya ada header Cache-Control yang sangat membantu. Dengan header ini, back end dapat mengontrol bagaimana seharusnya front end meng-cache resource. Cache-Control pada umumnya digunakan untuk file gambar dan file statik seperti javascript. Header ini juga bisa digunakan untuk ajax JSON request atau request jenis apapun. Pada artikel ini akan dijelaskan bagaimana cara menggunakan Cache-Control untuk mengurangi load ke back end.

[Read More]

Cache Form Inputs dengan localStorage di Javascript

Form di HTML adalah cara yang paling umum digunakan untuk mendapatkan data yang diinput user. Kalau form yang ada di web kita banyak atau ada form yang harus diisi dengan data yang panjang, meng-cache data yang diinput user mungkin bukan ide yang buruk. Tujuannya adalah apabila user tidak sengaja menutup browser atau pindah ke halaman lain ketika mengisi form, user dapat kembali ke halaman dan melanjutkan mengisi form tanpa harus mengulang dari awal. Artikel ini akan memberikan cara meng-cache user input dengan localStorage di javascript.

[Read More]

Jajal doang

Cuma jajal doang.
Mudah mudahan berhasil.

Ini ada gambar kucing

cat